budidayalobsterairtawar.com

July 22, 2008

pH air

Filed under: Air — Kusman @ 5:59 am

What is pH?
We learned in school that water, or H2O, is composed of hydrogen and oxygen molecules. Neutral water is given a pH value of 7.0. It contains equal amounts of hydrogen ions (H+) and hydroxide ions (OH-). Dissolved chemicals and minerals change the balance of those ions from a perfectly neutral state.

Increase the amount of hydrogen ions (H+), and the water becomes more acid (”low pH”). Increase the amount of hydroxide ions (OH-), and the water becomes more alkaline (”high pH”). The further these values rise or fall, the more acid or alkaline the water becomes.

What is Normal pH?

There is no “normal” pH that applies to all fish. Because fish originate in ponds, rivers, streams, lakes, and oceans that have different pH levels, their needs are different. Saltwater fish prefer an alkaline pH of 8.0 or above. Freshwater fish thrive in a range lower than that, somewhere between 5.5 and 7.5, depending on the specific species.

Keep in mind that pH is not static, it changes over time, in fact it even changes over the course of a single day. Typically it drops at night and rises during the daytime. The pH will change as new fish are added or removed, as water is added or changed, and as the biological processes change in the tank.

Preferred pH of Common Frewhater Fish
Angelfish 6.5 – 7.0
Clown Loach 6.0 – 6.5
Goldfish 7.0 – 7.5
Harlequin 6.0 – 6.5
Hachetfish 6.0 – 7.0
Neon Tetra 5.8 – 6.2
Plecostomus 5.0 – 7.0
Silver Dollar 6.0 – 7.0
Tiger Barb 6.0 – 6.5
Zebra Danio 6.5 – 7.0

How Important is pH?
Changes in the pH, especially sudden changes, can prove harmful or even fatal to fish . As the pH rises it increases the toxicity of chemicals such as ammonia. It is an important factor to monitor during the break-in of a new tank. pH changes are particularly hard on young and sick fish. In a number of species of fish, breeding occurs only within a specific pH range.

If you are planning a new aquarium it’s wise to know the pH of your water source, so you know before hand if it is compatible. Some fish such as Discus, and certain cichlids, thrive in a very narrow ranges of pH which should be taken into consideration when setting up their aquarium.

When moving fish from one aquarium to another it is important to match the pH levels. Sudden changes in pH account for many fish losses that occur when fish are brought home from a pet shop. Neon tetras are particularly sensitive to sudden changes in pH, and can easily be shocked when moved.

How Often Should I Check pH?
pH should be tested at least once a month, preferably every two weeks to allow for detection of trends before they become a problem. Test results should be kept in a log book for future reference. Remember that because pH can vary based on time of day, testing at different times of day can yield different results even though nothing is wrong. For this reason testing should take place the same time of day, preferably in the afternoon.

Any time there is a fish illness or death, the pH should be tested. If the tank is treated with medication, the pH should be checked when treatment is begun, on the final day of treatment, and again a week later.

It is also wise to test your water just before purchasing new fish. Check with the shop where you are purchasing the fish. It’s important that the pH of water the fish is currently in is not significantly different than the pH of your water at home.

Should pH be Altered?
I recommend sticking to the axiom of “if it’s not broken, don’t fix it”. Don’t spring to action simply because the textbook says the optimum pH for your fish is 6.4. and your water tests out at 6.0. As long as the pH is stable, and the fish show no signs of distress, it’s best to leave the pH at it’s natural level.

If the fish are not thriving, or if testing shows that a trend is occurring, such as a steady drop or rise in pH, the problem should be addressed. Proactive water care is always your best bet. Performing frequent partial water changes, and vacuuming the gravel are the most important things you can do to keep water pH stable.

sumber : about.com

March 11, 2008

Cicipi Gulai Baby Lobster Yang Lezat Menggoda

Filed under: sajian — Kusman @ 2:01 am

Laporan J. Totok Sumarno

suarasurabaya.net| Lobster, biasanya selalu hadir dengan aneka bumbu, dan yang paling kerap muncul dengan berbagai saus. Kali ini, dengan sentuhan bumbu tradisional Nusantara, lobster tampil menjadi sajian luar biasa lezat.

Gulai Baby Lobster oleh CICIK Sous Cheef Surabaya Plaza Hotel telah mendapatkan sentuhan aneka bumbu dan cita rasa Nusantara yang sangat kental. “Bumbu-bumbu yang kita pakai memang hampir seluruhnya dari Nusantara. Ini resep asli Nusantara. Kalau biasanya gulai daging kambing, atau sapi. Kali ini lobster,” ujar CICIK.

Dengan warna kekuningan, serta bumbu yang tajam, menjadikan sajian Gulai Baby Lobster lebih nikmat bila disantap dengan sepiring nasi putih hangat. “Apalagi kalau disantap dalam keadaan masih hangat. Pasti lebih nikmat,” tambah CICIK pada suarasurabaya.net.

Bahan Untuk Gulai baby Lobster:
1. Baby Lobster atau lobster ukuran tidak terlalu besar, potong dua bagian. Cuci dan taburi dengan perasan air jeruk dan garam.
2. Daun Kunir 2 lembar.
3. Santan kelapa 1 liter.
4. Cabe merah 100 gram.
5. Jagung muda 10 biji.
6. Jahe 10 gram.
7. Kunir 10 gram.
8. Bawang putih 50 gram.
9. Belimbing wuluh 50 gram.
10. Kacang 25 gram.

Cara membuat:
1. Campurkan semua bumbu, tidak termasuk daun kunir, panaskan dan tumis sampai rata diatas wajan panas. Aduk terus atau tumis sampai aroma harumnya keluar.
2. Menyusul masukkan kedalam wajan panas yang sudah terisi tumisan bumbu, daun kunir. Lalu masukkan Baby Lobster. Biarkan agak sedikit panas.
3. Tuangkan santan kelapa kedalam seluruh campuran aneka bumbu tadi dengan Baby Lobster didalamnya. Panaskan sampai menggumpal-gumpal.
4. Sajikan diatas piring lalu tambahkan disebelahnya nasi hangat.

Foto: TOTOK suarasurabaya.net

sumber : suarasurabaya.net

February 1, 2008

Lobster Air Tawar Hadir di Long Beach Seafood Restaurant

Filed under: Resto — Kusman @ 3:05 am

Long Beach Seafood Restaurant, merupakan restoran seafood asal negeri Singa yang sudah popular. Restaurant ini sudah tidak asing lagi bagi warga Singapura maupun wisatawan yang datang ke negeri ini. Dengan ke popularan ini Longbeach telah membuka cabang di Jakarta, tepatnya di Senayan City lantai Dasar.

Dengan menu-menu favorit mereka terutama untuk Lobster Laut dan Kepiting, mereka mencoba menyajikan menu Lobster Air Tawar.

Menu favorit yang disajikan untuk Lobster Air Tawar adalah :
Lobster Air Tawar Saus Longbeach, saus Longbeach yang merupakan saus yang diramu khusus untuk masakan udang-udangan.
Dan yang berikut adalah Lobster Air Tawar Saus Penang.

Dengan Tag Line, “Haven’t tried Long Beach Seafood? You haven’t tasted the best” memang bukan tag line yang salah.

Jadi tunggu apa lagi langsung aja ke
Longbeach Seafood Restaurant
Lantai Dasar Senayan City.
Reservasi : 021 7278 1520.

Pemberian Pakan (Feeding Crayfish)

Filed under: Pemeliharaan — Kusman @ 2:45 am

Dari berbagai sumber

Lobster Air Tawar(LAT) merupakan hewan pemakan segala (omivora) terutama yang sudah hancur/mengurai, yang berarti mereka memakan apa saja yang ada dalam kolam yang kita pelihara.
Karena LAT adalah hewan yang hidup didasar dan tidak berenang seperti udang-udang lainnya, makan pakan yang diberikan sebaiknya adalah berada di dasar kolam atau tengelam.

Jika pakan/makanan yang dimakan oleh LAT mempunyai mengandung nutrisi yang memacu pertumbuhan makan LAT akan tumbuh dengan baik dan maksimal.

Berapa banyak pemberiannya?

Ini sangat terantung dengan kolam ke kolam. Pemberian pakan yang kebanyakan lebih berbahaya dari pada tidak memberi makan sama sekali. Pemberian pakan yang berlebihan akan menyebabkan kualitas air menjadi menurun bahkan menimbulkan racun (amoniak) yang bisa mematikan lobster tersebut.
LAT bisa hidup dalam waktu yang cukup lama tanpa makan, apa lagi pada suhu air yang tidak panas atau dibawah 20 derajat celcius. Jadi usahakan memberikan pakan yang cukup, sehingga kualitas air tetap terjaga.

Umumnya kita mengunakan patokan pemberian pakan adalah 3% dari perkiraan total berat badan dalam kolam (Biomass), tapi dalam beberapa peternak hanya memberikan sekitar 1-2% dari perkiran total berat badan dalam kolam, karena yakin sebagian dari pakan ini sudah ada dalam kolam tersebut.
Tentu hal ini sangat berbeda jika kita memelihara dalam akuarium yang mungkin hanya datang dari pakan yang dari luar alias pemberian kita. Namun jika di kolam baik kolam semen maupun kolam tanah (empang), biasanya hidup binatang-binatang kecil yang disebut plankton baik hewani (zoo) maupuh tanaman (phyto).
Memang sangat sulit bagi kita untuk mengetahui apakah pakan yang diberikan sudah termakan habis atau tidak pada kolam yang berair keruh yang umumnya pada kolam yang airnya melebih 50cm. Dalam hal ini bisanya mengunakan keranjang pakan (anco) atau feeding tray.

Pakan ini akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan dari LAT itu sendiri yang umumnya disebut Daily Growth Rate (DGR) atau tingkat pertumbuhan harian. Umumnya LAT semakin besar makan tingkat pertumbuhannya semakin kecil. Pada awal masih berupa burayak pertumbuhannya bisa mencapai 5% dan kemudian menurun menjadi 0.5% perhari.
Tingkat pertumbuhan ini yang akhirnya mempengaruhi Rasio konversi pakan (Feed Convertion Ratio) yang biasanya disingkat FCR. FCR dihasilkan dari banyaknya pakan yang diberikan untuk menghasilkan 1 kg LAT yang kita pelihara. Jika 1kg LAT menghabiskan 2Kg pakan maka FCRnya adalah 2. Semakin kecil FCR maka semakin baik tingkat pertumbuhan hariannya.

Pakan

Pakan dalam hal ini bisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Pakan komersil dan pakan alami/segar.

Pakan komersil adalah pakan yang dijual ditoko-toko akuarium dan toko pakan ternak yang biasanya dibuat oleh pabrik seperti Pelet udang, Artemia buatan atau cacing sutra kering.
Sedangkan untuk pakan segar umumnya berupa:
1. Cacing Sutra
2. Bloodworm (Cacing darah/Cacing plankton)
3. Keong Mas
4. Cacing Tanah atau cacing lumbricus.
5. Sayur-sayuran.
6. Kacang-kacangan.
7. Ikan (rucah, cere)
8. Buah-buahan
9. dan lain-lain.

Yang paling praktis memang adalah pakan komersil, dimana pakan tersebut sudah diracik dengan kandungan nutrisi yang bervariasi. Umumnya kandungan nutrisi yang sering dilihat adalah protein, kabohidrat, lemak (fat) dan beberapa kandungan tambahan.
Pakan akan semakin mahal dengan kandungan protein yang semakin tinggi. Pakan komersil saat ini dengan protein paling tinggi adalah 40-42%. Harga pelet dengan protein tertinggi ini berkisar Rp. 12.000 – Rp. 15.000/kg.
Dengan kandungan protein yang tinggi pertumbuhan LAT akan lebih cepat, namun kandungan lainnya juga harus seimbang seperti kalori. Kandungan protein yang tinggi juga sangat berbahaya bila pakan tersebut tidak termakan dan hancur dalam kolam, sehingga amoniak menjadi cepat meningkat. Dan bukan cuman sisa makanan saja. Faces /kotoran yang dikeluarkan oleh LAT juga demikian.

Pakan alami/ pakan segar biasanya harus dilakukan proses sterilisasi untuk mematikan bakteri atau penyakit dari pakan yang diberikan. Sterilisasi bisa dilakukan dengan perebusan dan bisa juga dengan pembekuan.
Pakan alami biasanya tidak mempunyai nutrisi yang lengkap, atau umumnya hanya pada salah satu komposisi saja, seperti protein, karbohidrat dan vitamin tertentu. Berbeda dengan pelet komersil yang sudah diramu dengan kebutuhan nutrisi.

Untuk pemberian pakan yang tidak bisa tengelam, kita dapat mengunakan tali lalu diikat dengan pemberat seperti batu.

Beberapa buah-buahan yang juga dapat diberikan kepada LAT seperti Apel, Pisang, Jeruk, strowberry dan lainnya. Namun tentu pakan ini sangatlah mahal. Dan jika kita ingin memberikannya perlu dipertimbangkan kandungan dari pakan tersebut yang cenderung asam yang juga mempengaruhi pH air menjadi rendah.

Kesimpulan

Pakan yang bernutrisi lengkap dan sesuai dengan kebutuhan LAT akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan, yang pada akhirnya akan mempengarui biaya produksi kita.

©budidayalobsterairtawar.com

December 6, 2007

Packing yang aman untuk pengiriman

Filed under: Pengemasan — Kusman @ 8:57 am

Mungkin kita semua sudah pernah mengirim Lobster baik benih, konsumsi, maupun indukan. Berbagai moda transpor juga sudah jajaki. Melalui darat (Bus & Kereta) dan udara. Pengiriman melalui laut memang agak jarang karena waktunya yang lama. Sehingga ditakutkan Lobster tidak dapat bertahan lama.

Packing yang pernah dipakai adalah berupa pengemasan dalam kotak mika maupun kotak styrofoam ukuran kecil yang biasa disebut box nasi kuning. Pegemasan dengan cara begitu memang lebih mahal dan lama, karena harus dimasukan dulu ke dalam box kecil lalu dimasukan lagi ke box yang besar. Cara lain yang lebih praktis adalah dengan menebar ke dalam box styrofoam langsung dengan beralaskan kain busa yang sudah dilembabkan. Cara ini yang dipakai oleh CheraxPark waktu mengirim ke Jakarta.
Cara kemas seperti lebih cepat dan lebih murah karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk box yang harganya bisa mencapat Rp. 150/box.- (termasuk busa, staples dan ongkos).

Maka cara packing kedua ini banyak diguanakan dalam pengiriman lobster untuk berbagai ukuran. Namun setelah melakukan beberapa kali pengiriman, ternyata cara packing tanpa mika ini hanya bisa diterapkan pada angkutan darat, karena petugas dilapangan lebih memperhatikan label-label yang ditempelkan pada box kirimkan tersebut seperti tanda panah atas, tulisan “Jangan dibalik”, maupun “handle with care” dan ditempatkan ditempat teduh.

Dalam beberapa kali pengiriman melalui darat, cara packing tanpa mika tidak mendapat keluhan tentang lobster mati dalam jumlah yang lebih dari 2%. Sedangkan pengiriman melalui udara, kematian bisa lebih dari 10-20% dalam setiap pengiriman.

Cara packing tanpa mika, banyak mendapat keluhan seperti, isi menjadi berantakan. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata box itu letakan terbalik pada saat masuk ke perut Pesawat, dan waktu loading-unloading itu box dilempar karena mengejar waktu terbang.
Dengan demikian pengiriman melalui udara sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga box tersebut dbalik bagaimanapun isinya tetap tidak bergerak. Maka packing untuk melalui udara harus mengunakan Mika hingga padat, dalam arti mika-mika tersebut tidak berubah posisi.

Semoga bermanfaat.

© budidayalobsterairtawar.com

November 16, 2007

Buku-Buku Lobster Air Tawar

Filed under: warung — Kusman @ 7:26 am

Buku-buku tentang lobster air tawar yang telah beredar dipasaran ini dapat dipesan lewat situs ini, silakan email
atau 021 68 678 123.

Catatan:

  • Harga tercantum adalah harga buku belum termasuk ongkos kirim. Untuk ongkos kirim silakan cek ke www.ged.co.id
  • Ongkos kirim cukup untuk 1 pesanan bukan tiap buku
  • Setiap pesanan mendapat 1 cd berisi foto-foto budidaya lobster air tawar
  • Pesanan lebih dari 1 buku mendapat potongan 10% dari harga buku

Berikut buku-buku yang tersedia. Segera menyusul buku-buku lain

Lim's Book Pembenihan Lobster Air Tawar, Meraup Untung dari Lahan Sempit

Harga : Rp 23.000 + ongkos kirim, ongkos kirim silakan cek di www.ged.co.id

Penulis : Kusman Lim Cie Wie
Jumlah halaman : 90 bw + 16 fc
Cetakan : 4
ISBN : 979-006-006-019-X

Panen lobster dari pekarangan rumah! Mengapa tidak? Sebagian orang mungkin beranggapan itu mustahil. Kenyataannya, sangat mungkin membudidayakan dan memanen benih lobster meskipun tidak memiliki lahan yang luas. Beberapa wadah yang tidak memakan banyak tempat bisa dimanfaatkan untuk membenihkan lobster, mulai dari akuarium, kontainer plastik, kolam renang plastik, bak fiber, hingga talang hujan. Anda ingin mencoba? Buku ini bisa menjadi panduannya. Di dalamnya dibahas cara-cara menghasilkan benih lobster berkualitas dari lahan di sekitar rumah sekalipun. Dilengkapi pula dengan analisis usaha sederhana yang mudah Anda pahami. Selamat mencoba!


No Image Panduan Lengkap Lobster Air Tawar
Harga : Rp. 75.000 + ongkos kirim, ongkos kirim silakan cek di www.ged.co.id

Penulis: Agung Lukito & Surip Prayugo
Jumlah halaman: iv + 292 halaman
Cetakan: 1
Tahun terbit: 2007
Penerbit: Penebar Swadaya
ISBN: 979-002-149-6

Paradigma pemeliharaan lobster air tawar mulai bergeser, dari udang hisa menjadi udang konsumsi. Alasannya sangat mendasar, lobster air tawar merupakan komoditas potensial sebagai penyuplai protein hewani dengan kandungan lemak rendah. Seiring meningkatnya laju permintaan, pembudidaya lobster air tawar dituntut untuk mampu mengoptimalkan produksi dengan biaya yang efisien. Seluruh aspek yang terkait dengan budi daya lobster air tawar intensif disajikan dengan detail. Dilengkapi dengan foto-foto eksklusif, buku ini layak dijadikan sebagai pedoman bagi pembudi daya lobster air tawar


iskandar Budi Daya Lobster Air Tawar

Harga : Rp. 21.500 + ongkos kirim, ongkos kirim silakan cek di www.ged.co.id

Penulis: Iskandar (Teng Ching Sing)
Jumlah halaman: 52 bw + 32 fc
Cetakan: 3
Tahun terbit: 2004
Penerbit: AgroMedia Pustaka
ISBN: 979-3357-63-0

Hingga saat ini budi daya lobster baru dilakukan oleh segelintir orang. Karena itu, anggota famili Crustaceae ini masih memiliki peluang untuk dibudidayakan sebagai salah satu komoditas perikanan unggulan. Selain harga jualnya cukup tinggi, permintaan pasarnya juga cukup besar. Buku yang disusun berdasarkan pengalaman penulis menekuni budi daya lobster selama lebih dari 10 tahun ini membeberkan peluang budi daya lobster air tawar, teknik dan sarana budi daya, cara pembesaran, pemanenan, dan pengemasannya.


yade Lobster Air Tawar Komoditas Perikanan Prospektif

Harga: Rp19.500 Diluar ongkos kirim, silakan cek di www.ged.co.id

Penulis: Ir. Yade Sukmajaya & I. Suharjo
Jumlah halaman: 32 bw + 32 fc
Cetakan: 1
Tahun terbit: 2003
Penerbit: AgroMedia Pustaka
ISBN: 979-3357-50-9

Lobster air tawar termasuk komoditas perikanan yang menjanjikan. Sayangnya, masih muncul berbagai kendala dalam pembudidayaannya. Akibatnya, lobster air tawar belum banyak dikenal masyarakat. Lewat buku ini, penulis yang memang pakar di bidangnya, berusaha memperkenalkan lobster air tawar kepada masyarakat. Di dalamnya diulas tentang seluk beluk lobster air tawar, dari jenis, habitat, cara memilih calon induk, teknik pembenihan, teknik pemanenan, hingga cara pengangkutan.


Cuncun Teknik Pembenihan dan Cara Cepat Pembesaran Lobster Air Tawar

Harga : Rp. 30.000,-

Penulis: Ir. Cuncun Setiawan
Jumlah halaman:
Cetakan: 5
Tahun terbit: 2007
Penerbit: AgroMedia Pustaka
ISBN: 979-3702-93-1

Bonus VCD

Booming Lobster Air Tawar belum surut, bahkan peminatnya semakin banyak. Maklum bisnis udang capit besar ini memang mengiurkan. Harga benih dan produk siap santap benar-benar selangit. Tak heran, kalau orangpun berbondong-bondong membudidayakannya. Ada dua kunci penting dalam aspek budidaya lobster air tawar, yakni aspek pembenihan dan pembesaran. Jika kedua aspek tersebut dikuasai dengan benar, keuntungan besar bakal Anda raup. Lewat buku ini penulis membagikan rahasia ilmu dan pengalamanya kepada pembaca mengenai teknik pembenihan dan pembesaran lobster air tawar. Dalam buku praktis ini antara lain juga dibahas kunci sukses membesarkan lobster air tawar secara cepat, teknik kawin massal, teknik memindahkan indukan yang sedang bertelur, aneka wadah pemeliharaan, termasuk kolam karpet yang mudah dan murah.


No Image Usaha Budi Daya Lobster Air Tawar di Rumah

Harga : Rp. 21.000,-

Penulis: IR. Yusuf Bachtiar
Jumlah halaman: 60 halaman
Cetakan: 1
Tahun terbit: 2006
Penerbit: AgroMedia Pustaka
ISBN: 979-006-014-9

Lobster air tawar masih menjadi primadona. Permintaannya yang terus melambung dan harganya yang selangit membuat semakin banyak orang tertarik untuk menggelutinya. Selama ini kebanyakan orang beranggapan, hanya yang bermodal besar sajalah yang bisa membudidayakan lobster air tawar Padahal, Anda juga bisa memulai usaha ini tanpa harus merogoh saku dalam-dalam. Tentu saja dengan skla usaha yang lebih kecil, yakin memanfaatkan lahan disekitar rumah. Tak perlu khawatir mencobanya, karena Anda masih bisa meraup untuk dari usaha bermodal kecil ini.

Buku ini bisa menjadi panduan bagi Anda untuk mengusahakan lobster air tawar di rumah, mulai dari pembenihan hinga pembesaran. Didalamnya dibahas tentang pemilihan induk; penentuan jumlah induk; pemilihan wadah pembenihan dan pembesaran; serta trik memasarkan benih, induk, dan lobster konsumsi. Buku praktis ini juga dilengkapi dengan analisis usaha sederhana yang bisa dengan mudah Anda pahami. Salamat mencoba!

November 2, 2007

Lobster Kabur dari Toko Makanan Asian di Jerman

Filed under: Umum — Kusman @ 3:35 pm

Sejumlah polisi sibuk mengumpulkan sejumlah Lobster Air Tawar yang kabur dari tempat pajangan didepan toko tersebut. Lobster tersebut berhasil kabur ke pedestrian yang membuat sejumlah orang yang sedang berlalu lalang kaget, dan akhirnya memanggil polisi untuk menangkapnya.

Kejadian yang mengagetkan ini terjadi pada 30 Oktober 2007 di toko yang menjual makanan Asia di Southwesten Stuttgar, Jerman.

sumber : reuters.com

October 20, 2007

Water Hardness

Filed under: Air — Kusman @ 3:15 pm

Water hardness (kesadahan air) mempunyai aspek yang penting terhadap kualitas air dan berpengaruh terhadap kesehatan ikan dan binatang ada padanya. Water hardness sangat berpengaruh terhadapa pH dan stabilitas pH itu sendiri.

So what is water hardness?

Kesadahan air merupakan konsentrasi dari berbagai ion yang ada didalam air tersebut yang umumnya terdiri dari Calcium, Magnesium, Iron dan Zinc.

Dua jenis water hardness:

Ada dua jenis hardness permanent hardness and alkalinity (atau temporary hardness) jumlah dari semua hardness yang ada disebut General Hardness.

Akalinity menuju ke kesadahan air yang dikendalikan oleh ion carbonate and bicarbonate dan mempengaruhi langsung terhadap buffer dari air. Hardness tersebut disebut sebagai carbonat hardness atau temporary hardeness, karena mereka akan hilang bila terjadi pemanasan atau menguap.

Permanent hardness diukur dari ion seperti nitras, sulfat dan chlorides, kandungan ini tidak bisa menguap atau hilang bila dipanaskan. Ini tidak dapat mempengaruhi penyanggaan (buffer) tapi dapat mempengahui pH.
Sistem penyangga yang paling umum adalah sistem penyangga karbon dioksida/ bikarbonat / karbonat. Intinya, bahan ini menstabilkan pH dengan menghilangkan ion hidroen dan melepaskannya kembali sesuai, jadilah konsentrasi hidrogan dengan demikian pH menjadi relatif stabil.

CO2 + H 2O H2CO3 HCO – + H + CO32- (solid) + 2H +

Rumus kimia ini menjelaskan bahwa karbon dioksida, yang dilepaskan oleh ikan dan tanaman, dilarutkan oleh air melalui carbonic acid (H2CO). Jika level pH meningkat, air menjadi lebih basa (oleh fotosintesis tanaman), kemudian carbonic acid berubah menjadi bicarbonate and ion hidrogen (HCO3- + H+). Ion hidrogen berbentuk cairan dan ini akan mempengaruhi sifat basa menjadi meningkat. Jika pH terus meningkat, bicarbonate akan terurai menjadi karbonat yang padat dan kemudian akan melepaskan ion hidrogen (CO32- (solid) + 2H+), kemudian saling berpengaruh meningkatnya basa (alkalinity). Jika level pH terus menurun maka proses ini berbalik. Pada kolam yang pH normal 7-8, sebagian dari mineral diatas akan ada, didominan oleh bikarbonat.

How much hardness?

Setiap spesies ikan membutuhkan kesadaan air, tetapi ini bisa membuat bingung karena begitu banyak satuan ukuran kesadahan air yang digunakan. Yang paling umum digunakan adalah mengukur basa (alkalinity) dan kesadahan total dalam mg/liter dari kalisium karbonat (CaCO3). Pengukuran dengan satuan lain yang digunakan oleh Tetra (produsen pengukuran air) adalah kesadahan Jerman yang biasanya dalam odH.. Berikut perbandingannya.

Air / Water Kalsium karbonat/
Calcium carbonate
mg / liter
odH
Lembut / Soft 0-75 0o – 4o
Agak keras /
Moderately hard
75 – 150 4o – 8o
Keras / Hard 150 – 300 8o – 16o
Sangat keras /
Very hard
>300 > 16o
Untuk mengkonversi odH to CacO3 dikali dengan 17.9
to convert odH to CacO3 multiply by 17.9

Kesehatan ikan dan kesadahan air :

Setiap spesies membutuhkan kesadahan air yang berbeda, jadi sangat penting untuk mengetahui kebutuhan kesadahan yang dibutuhkan oleh ikan anda. Ikan biasanya membutuhkan kesadahan sedang seperti KOI dan Ikan Mas atau sekitar 100-300mg/lt CaCO3.

Kesadahan air Water hardness dan penyembuhan penyakit:

Beberapa jenis penyakit ikan dapat disembuhan oleh efek dari kesadahan air, sehingga perlu untuk memperhatikan dan menghitung dosis yang diperlukan. Barangkali yang paling sensitif adalah chloramine-T, dimana sangat beracun pada kesadahan rendah.

How do I change water hardness?

Karena nitrifikasi terus menerus menghilangkan alkaliniti, ini sangat penting untuk memonitor kesadahan air terus menerus katakanlah satu bulan sekali. Jika adalah kesadahan turun makan ini dapat dikembalikan dengan menambah calciferous seperti tumbukan dari kulit kerang (oyster shell) ke dalam filter atau menganti sebagian air. Jika alkalinity terlalu rendah makan harus ditambah penyangga karbonat. Jika kesadahan total terlalu rendah tambahkan penyangga kalsium atau magnesium.

October 7, 2007

Sertifikat Kesehatan (Health Certificate-HC) Baru ke Pasar Uni Eropa

Filed under: Umum — Kusman @ 2:43 pm

Ditulis oleh David Indra Widianto
Jumat, 27 Juli 2007

Direktorat Standardisasi dan Akreditasi, Ditjen P2HP, DKP RI Pasar UE adalah salah satu pasar prospektif bagi Indonesia karena selain terdiri dari 27 negara anggotanya, pasar UE sering menjadi barometer aspek mutu dan kemanan pangan (quality and safety) di pasar global. Komisi UE sangat memperhatikan mutu dan keamanan pangan komunitasnya sehingga untuk melindungi masyarakat UE akan hal tersebut, Komisi UE menerbitkan apa yang disebut “white paper on food safety” pada tanggal 12 Januari 2000 yang diikuti dengan pemberlakuan dan penerapan regulasi baru dalam bidang higiene dan keamanan pangan baik untuk negara-negara anggota UE sendiri maupun negara-negara ketiga yang mengekspor produk pangan ke UE.

Hal ini dilakukan untuk menjamin pangan yang beredar di UE terjamin mutunya dan aman dikonsumsi masyarakat UE. Implikasi dari penerapan regulasi baru tersebut bagi para eksportir adalah
(1) akan lebih bertanggung jawab dalam penanganan pangan sepanjang rantai produksi;
(2) berkewajiban memenuhi standard mikrobiologi;
(3) menerapkan cara pembudidayaan Ikan yang baik (Good Aqauculture Practice-GAP) dan cara penanganan pangan yang baik untuk produk primer (Good Handling Practice-GHdP);
(4) mengembangkan pedoman cara-cara penanganan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang baik bagi industri dan
(5) menerapkan ketertelusuran (traceability) baik satu tahap ke depan dan ke belakang.

Untuk memastikan dan menjamin hal-hal tersebut dilakukan para eksportir dengan benar maka penerapannya harus dapat digambarkan dan mampu ditelusur melalui data yang tercantum dalam health certificate (HC) yang diterbitkan oleh otoritas kompeten (Competent Authority-CA) di negara eksportir. Oleh sebab itu HC asli harus disertakan bersama produk yang diekspor pada saat masuk ke pelabuhan masuk di setiap perbatasan UE. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. PER. 01/MEN/2007 tertanggal 5 Januari 2007 tentang Pengendalian Sistem Jaminan Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan menyatakan bahwa Sertifikat Kesehatan (HC) adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh laboratorium yang ditunjuk oleh pemerintah yang menyatakan bahwa ikan dan hasil perikanan telah memenuhi persyaratan jaminan mutu dan keamanan untuk konsumsi manusia.

Saat ini laboratorium pengujian dan sertifikasi yang ditunjuk oleh pemerintah adalah Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) yang tersebar di 39 lokasi di seluruh Indonesia. Namun ke depan tidak tertutup kemungkinan akan terbuka juga bagi laboratorium pemerintah dan atau swasta lainnya sejauh kompeten melakukan uji dengan lingkup tertentu terutama yang belum mampu dilakukan pengujian di laboratorium Pemerintah baik di Pusat dan Daerah serta telah diakreditasi oleh Komisi Akreditasi Nasional (KAN). Khusus untuk pasar UE terdapat 15 LPPMHP yang aktif menerbitkan HC ke UE. Dari data yang dihimpun selama tahun 2005, LPPMHP Surabaya adalah yang paling banyak menerbitkan HC yaitu sebanyak 1.727 HC, diikuti Medan 782 HC, Makasar 699 HC, Lampung 407 HC dan Bitung 400 HC (Tabel 1.) Persyaratan HC Persyaratan HC yang baru diatur dan dijelaskan dalam Regulation (EC) No. 854/2004 laying down specific rules for the organization of official controls on products of animal origin intended for human consumption.

Persyaratan yang harus diperhatikan para laboratorium penguji dan sertifikasi serta eksportir adalah sebagai berikut:
1. Pihak Otoritas kompeten (CA) negara pengekspor menerbitkan HC untuk disertakan bersama pengiriman produk hasil perikanan dari negara asal ke negara tujuan UE, HC harus ditandatangani dan dicap. Penandatanganan sertifikat dilakukan oleh para petugas yang ditunjuk oleh otoritas kompeten Indonesia yang nama petugas berikut alternatenya dan contoh atau spesimen tandatangannya telah disampaikan ke DG Sanco Komisi Eropa. Persyaratan ini dilakukan pada setiap halaman bila lebih dari satu halaman.
2. HC harus ditulis dalam bahasa resmi UE atau bahasa negara ketiga pengirim dan negara anggota UE dimana pengawasan perbatasan dilakukan, atau disertai dengan terjemahan HC ke negara-negara tujuan ekspor tersebut. Jika negara anggota UE sebagai tujuan ekspor menghendaki, HC juga harus disertakan dengan terjemahan resmi ke dalam bahasa resmi atau bahasa-bahasa negara anggota UE. Namun, negara anggota UE dapat mengijinkan untuk penggunaan bahasa resmi masyarakat UE di luar bahasa mereka sendiri.
3. Lembar Asli HC harus disertakan dalam pengiriman pada saat masuk ke negara tempat pelabuhan masuk di UE. 4. HC harus terdiri dari:
a. satu halaman kertas; atau
b. dua halaman atau lebih yang bagiannya merupakan satu kesatuan dan lembaran halaman yang tidak terpisahkan; atau
c. halaman nomor berurutan yang mengindikasikan halaman khusus dalam urutan terbatas (contoh halaman 2 dari 4 halaman)
5. HC harus diberi nomor identifikasi yang unik. Jika HC terdiri dari beberapa halaman yang berurutan, setiap halaman harus diberi nomor identifikasi tersebut.
6. HC harus diterbitkan sebelum pengiriman dari negara yang bersangkutan berangkat dari pengawasan pihak otoritas kompeten (CA) negara ketiga yang mengirim. Model HC dan bahasa yang digunakan Model HC yang baru terdapat diatur dalam Commission Regulation No. 1664/2006.

Model HC yang baru dibedakan untuk produk paha kodok, bekicot, produk perikanan kekerangan dan moluska hidup. Model HC tersebut telah disediakan UE dalam 18 (delapan belas) bahasa resmi (official languages) di Uni Eropa. Bahasa tersebut antara lain adalah Inggris, Belanda, Jerman, Italia, Perancis, Belgia, Spanyol, Portugis, Denmark, Lithuania, Hungaria, Polandia, Slovakia. Pemberlakuan dan Penerapan Regulation (EC) 1664/2006, sebagai pengganti Regulation (EC) 2074/2005, yang menampilkan beberapa seri model HC yang ditujukan untuk konsumsi manusia misalnya paha kodok, bekicot, produk perikanan dan kekerangan dan moluska hidup.

Regulation (EC) 1664/2006 mulai diterapkan pada tanggal 25 November 2006 namun diberikan masa peralihan untuk memberikan waktu perubahan model sertifikat dari model yang lama ke model yang baru sampai 1 Mei 2007. Penggunaan HC baru wajib diberlakukan mulai 1 Mei 2007. Namun, untuk menghindari kekacauan dalam transaksi perdagangan dan setiap kesulitan administrasi di tempat masuk ke komunitas UE, produk-produk sebagaimana disebutkan di atas (paha kodok, bekicot, produk perikanan dan kekerangan dan moluska hidup) yang telah diterbitkan sertifikatnya dengan sertifikat lama (previous certificate regime) sudah harus ditandatangani sebelum tanggal 1 Mei 2007 (selambat-lambatnya tanggal 30 April 2007) dan selambat-lambatnya masuk ke komunitas UE sampai tanggal 30 Juni 2007. Sedangkan Regulation (EC) No. 1662/2006 sebagai pengganti Regulation (EC) No. 853/2004 adalah berkaitan dengan ketentuan khusus untuk memproduksi minyak ikan (fish oil) untuk konsumsi manusia. Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal 26 November 2006. Namun, masa transisi peralihan penerapan peraturan baru ini diberikan waktu sampai 31 Oktober 2007. Untuk itu mulai 1 November 2007, impor minyak ikan yang diperuntukkan untuk konsumsi manuasia ke komunitas UE harus disertakan dengan model HC baru yang disiapkan model HC untuk produk perikanan sebagaimana Regulation (EC) No. 1662/2006. Namun, untuk menghindari kekacauan dalam transaksi perdagangan dan setiap kesulitan administrasi di tempat masuk ke komunitas UE, minyak ikan (fish oil) yang telah diterbitkan sertifikatnya dengan sertifikat lama (previous certificate regime) sudah harus ditandatangani sebelum tanggal 31 Oktober 2007 (selambat-lambatnya tanggal 30 Oktober 2007) dan selambat-lambatnya masuk ke komunitas UE sampai tanggal 31 Desember 2007

Posting asli
http://www.koral.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=67&Itemid=2

July 20, 2007

Ifumie Udang Selingkuh di YU I restourant

Filed under: Resto — Kusman @ 4:26 pm

Ada menu yang cukup menarik yang disajikan di YU I restourant, yang terletak di Muara Karang Blok B 6 Barat no. 28, persis di seberang perumahan Pantai Indah Kapuk. Lobster Air Tawar disajikan dengan IFUMIE dengan nama menu IFUMIE UDANG SELINGKUH. Udang Selingkuh merupakan sebutan warga Papua karena binatang berbadan udang namun berkepala Kepiting.
Lobster IFUMIE

Menu lain yang juga disajikan dengan tidak kalah menarik adalah Baby Lobster Black Pepper, rasanya benar-benar sensasional.

Blackpepper

Silakan dicoba.

Older Posts »

Powered by WordPress